SENANGNYA DI RUMAH OPA



Bilamana liburan usai, lantas siswa disuruh mengarang, maka banyak di antara mereka yang menuliskan karya dengan judul “Berkunjung ke Rumah Nenek/Kakek di Desa”. Mengapa demikian? Ya, karena kesan istimewa itulah yang terekam kuat di benak anak. Mereka barusan menikmati serangkaian  kegembiraan selama tinggal di desa. Mulai dari ikut berkebun, berlarian di ladang, hingga memberi makan ternak. 

Adalah Drs Subadi, Kepala Desa Randuagung, Kec. Singosari, Kab. Malang, yang menangkap makna bahwa pengalaman memorable itu sebagai sisi emosional yang disukai orang, serta berpotensi untuk dikomoditaskan. Lantas terciptalah destinasi dusun wisata (duwita) dengan nama Kebun Opa di desa yang dipimpinnya, tepatnya di Dusun Karang Kunci. 

 “Anak-anak kita yang suka nonton film Ipin Upin pasti akrab dengan istilah Opa. Lalu kita buatlah Kebun Opa. Ini wisata desa yang mengajak anak-anak merasa seolah-olah sedang berlibur ke rumah nenek dan kakeknya,” katanya. 

Di tempat ini memang tersedia sarana bermain yang disukai anak-anak. Ada areal terbuka, saung, menara bambu berlatar belakang Gunung Arjuna yang bagus untuk swafoto, taman bunga, hingga perosotan. Juga terdapat arena outbond, kantin, dan gedung untuk keperluan gathering maupun rapat. 

Bukan itu saja, di bagian belakang juga tersedia kebun bibit dengan berbagai tanaman, mulai dari apukat, pisang, ketela pohon, juga deretan kadang ternak. “Januari nanti  kadangnya akan kami isi dengan kambing dan ayam dari berbagai jenis. Pokoknya tempat ini juga diarahkan untuk wisata desa yang edukatif,” kata pensiunan pegawai Telkom Divre V Jatim itu. 

Pada akhir pekan terlihat banyak pengunjung datang menikmati Rumah Opa untuk sekadar ngopi, duduk bersantai di gazebo, atau momong anaknya bermain ayunan, berlatih motorik di panjat jaring, maupun naik jungkat-jungkit sambil tertawa lepas. 

Rupanya yang seru adalah bila menyelenggarakan pertemuan keluarga, reunian teman sekolah, atau gathering perusahaan dan komunitas sehobi. Seperti yang terlihat pada Minggu (18/12) kemarin. Rombongan dari keluarga besar Pak Sie mengadakan pertemuan di situ. Mereka terdiri dari kakek/nenek, ayah/ibu, anak, cucu, dan cicit. Suasana gembira terlihat karena keluarga itu dapat bertemu setelah lama tidak berkumpul karena terkendala Covid-19. 

Pertemuan dapat menjadi gayeng, karena yang tua dapat berbincang nyaman. Sedang anak-anak juga kerasan karena udaranya sejuk, juga tersedia aneka mainan, sehingga tidak ribut merengek meminta pulang seperti lazimnya.  Apalagi dalam pertemuan tersebut diadakan fun game untuk anak-anak maupun orang tua, disusul dengan menyanyi karaokean. 

“Tempat di Kebun Opa enak sekali. Cocok untuk pertemuan keluarga. Kita bisa nyaman ngobrol dengan sanak saudara, karena anak-anak keselimur bermain dengan saudara-saudaranya,” kata Ibu Ismartini, yang dapat dengan anak cucu dari Semolo Waru Surabaya.

Subadi menjelaskan, Kebun Opa merupakan dusun wisata dari Dusun Karangkunci (duwitaraci). Selain Kebun Opa juga ada Kebun Winih, dan Kebun Ternak milik Dusun Gondang, Krajan, dan Randu Telu, yang semuanya merupakan bagian dari Desa Randuagung. Desa sejuk ini berada di ketinggian 400-700 dpl dan merupakan kota satelit sebagai menyangga kawasan Malang Raya.

“Kalau di tempat lain dikenal ada istilah one village one product, satu desa satu produk. Kami di sini konsepnya beda. One dusun one destinasi wisata. Itupun harus tematik dan berbeda,” kata Subady.(*)




Previous
Next Post »