CARELATO LEZATO

 


Awalnya, hanya semacam kue untuk camilan semata. Tetapi lama-lama berkembang menjadi ikon, menjadi penanda, bahkan menjadi sebuah budaya. Kue kering dengan segenap variannya ini kini menjadi bagian yang tak terpisahkan dari budaya Ramadan dan hari Lebaran di Nusantara. 

Ada nastar, sagu keju, castangel, lidah kucing dan banyak lagi temannya yang lain.  Semua akan mengisi meja, membuat Lebaran jadi meriah.  Maka membeli cookies menjadi semacam kewajiban sosial. Menjadi pernik-pernik penghangat silaturahmi.  Juga pantas dijadikan cangkingan tanda mata. Apalagi jika rasanya renyah dan yummy seperti Carelato buatan Mas Ibnul Watoni ini. 

Tapi ngomong-ngomong apa artinya Carelato itu? “Itu singkatan nama anggota kami sekeluarga. Caca Aisha, Retno, Bila, Toni,” jawabnya sambil ketawa. Namun kalau dimaknai dengan serius, kata “care” itu artinya peduli. Jadi, peduli dengan rasa dan layanan. 

Sampai kini produksi Carelato terus digenjot untuk memenuhi pesanan Lebaran. Sukses ya, Carelato memang lezato… (adrionomatabaru.blogspot.com)

Previous
Next Post »