Blusukan Suroboyo (1)




 Blusukan Suroboyo (1)

MENGEMAS KAMPUNG LAWAS

Agaknya Surabaya lebih cocok disebut sebagai kampung raksasa ketimbang kota metropolitan. Ratusan kampung sambung-menyambung seolah tanpa ujung, menghadirkan suasana dan perilaku budaya yang khas. Maka blusukan ke sana tentu menarik. Saya akan mulai menyisir dari kawasan Kecamatan Bubutan, lalu mencoba menuliskan untuk Sampeyan semua.  

Kecamatan ini agaknya paham bahwa salah satu kunci untuk memenangkan kompetisi adalah inovasi. Kampung-kampung di Kecamatan Bubutan diidentifikasi karakteristiknya, lalu ciri khas itulah yang dipoles untuk dijual sebagai paket kampung wisata lingkungan. Maka lahirlah kemasan kampung-kampung khas seperti Kampung Lawas.

Kampung  Lawas berada di Jl. Maspati V. Letaknya dekat dengan Tugu Pahlawan Surabaya, persis di sebelah barat dayanya. Memasuki Kampung lawas kita akan disuguhi suasana Soerabaia tempo doeloe. Rumah-rumah berarsitektur lama menyapa ramah. Bagian beranda rumah masih memakai poni ornamen ukiran kayu.

Pintu ganda model kupu tarung terbuka untuk semua orang. Di dinding terpasang foto-foto kuno dan tanduk menjangan. Ada kursi rotan, meja marmer bundar, tempat tidur, dan bufet antik  yang berada di atas keramik kuning kembang-kembang. Tentu ada spot-spot tiga dimensi yang layak dipakai selfie.

Terdengar suara penyanyi Ernie Djohan dari piringan hitam yang berputar lembut. Kuliner jadul semanggi, rujak cingur, serabi, pethulo dan sejenisnya diangkat kembali dan disuguhkan kepada pengunjung.

“Rumah-rumah di sini dipertahankan bentuknya, tidak boleh dirobah. Kami menyewakan untuk homestay. Banyak yang sudah menginap di sini, turis asing suka dengan kampung seperti ini,” kata Sabar Soeastono warga setempat.

Karang taruna dan anak-anak juga dilibatkan. Siswa SD dijadikan pembawa acara. Erin siswa kelas 2 SD dengan percaya diri menyambut tamu asing dengan bahasa Jerman. Remaja yang lain juga tampil menjelaskan makna huruf-huruf Jawa hanacaraka.

Kampung Lawas Maspati sempat dikunjungi delegasi dari 193 negara yang sedang mengadakan Preparatory Committee (PrepCom) for Habitat III, di Surabaya, Juli 2016 lalu.  Para walikota dari mancanegara itu sempat membubuhkan tanda tangan pada selembar kertas. Kini dokumen membanggakan itu dipajang dan dijadikan background bagi wisatawan yang ingin swafoto. (*)

adrionomatabaru.blogspot.com


Previous
Next Post »