BERBAGI PENGALAMAN

 


Tidak terasa sudah puluhan tahun saya bekerja sebagai “penjahit kata-kata”. Menjadi seorang writerpreneur, jauh sebelum lahirnya “mesin menulis” yang bernama AI-ChatGPT.  Sejumlah public figure sudah saya tuliskan buku biografinya.  Mulai direktur, komisaris, akademisi, politisi, sampai kepala daerah. Juga menteri. 

Saya berpendapat, pengalaman lapangan seperti ini tentu akan berguna jika dituangkan dalam bentuk buku. Sehingga dapat dipelajari orang lain, diadopsi, atau minimal dapat menginspirasi.

Saya selalu ingat ucapan Mendikbud Prof. Moh Nuh. Kepada saya dan Sukemi dan Rusdi, beliau pernah bilang begini: ilmu itu ada dua. Tacit knowledge dan explicit knowledge. Tacit knowledge adalah ilmu pengetahuan yang masih mengendap di dalam batok kepala masing-masing orang. Semua “harta karun” itu bakal musnah jika pemiliknya wafat. 

“Eman-eman. Oleh karena itu perlu dieksplisitkan, salah satunya dalam wujud buku. Dengan demikian tacit knowledge berubah menjadi pengetahuan tertulis yang bermanfaat,” kata beliau. 

Lalu saya mengikuti ajuran itu. Dan jadilah buku “Rahasia Praktisi Menulis Biografi” ini. Sebuah buku yang ditulis untuk keperluan praktis, bagi mereka yang kepingin bisa menulis buku biografi. Di dalamnya disajikan contoh konkret pengalaman lapangan. 

Ada step by step tips, mulai merangkai kata sampai menghasilkan cuan. Dilengkapi referensi teoritik yang relevan. Termasuk saya sertakan pengalaman buruk dan kekonyolan yang sempat kuperbuat, agar tidak sampai dialami orang lain. 

Terima kasih Mas Imung yang berkenan menjadi editor. Juga kepada Penerbit Meja Tamu yang mendukung perebitannya. Salam literasi. 

Bagi yang berminat silakan japri.

Harga buku Rp 75.000. plus ongkos kirim. (*)

Latest
Previous
Next Post »