Dalam Atmosfir Lagu Ebiet

 

Akhir-akhir ini saya sering mendengarkan sekaligus menyanyikan lagu-lagu Ebiet G. Ade (EGA). Bukan untuk klangenan. Juga bukan sedang mencocokkan diri dengan lirik lagu Frustrasi: “aku bernyanyi untuk menahan letih, bukan jatuh cinta padamu gadis manis.”  

 Yang jelas saya sedang tenggelam dalam atmosfir dunia EGA, tepatnya menenggelamkan diri untuk menangkap vibesnya. Dengarlah, sekarang pun, saat sedang mengetik ini, saya ditemani alunan nada dari YouTube, “Camellia…oho… Camellia... “ Barusan tadi saya juga asyik googling aneka info tentang penyanyi dan pecipta lagu legendaris asal Wonodadi Banjarnegara itu. 

Ya, saya sedang bersuka cita karena tengah diajak terlibat dalam kolaborasi penulisan buku tentang Sang Maestro Ebiet G. Ade. Judul sementara “Senandung Cinta Penggemar EGA”.

Manajemen Komunitas Membumi Bersama Ebiet. G. Ade (MemBers EGA) yang punya gawe menerbitkannya. Mas Ebiet juga mendukung. Malah sudah memberikan masukan untuk desain cover bukunya. Agar jangan hanya berisi gambar dirinya, nanti dikira buku biografi. Sesuai dengan topiknya, sebaiknya dipasang foto Ebiet beserta para fansnya. 

Saya tidak menulis sendirian. Saya bersama Mas Supri Yadi (Lawang), yang mencetuskan gagasan apik ini. Juga bersama Kak Mico (Pakisaji) penggemar militan EGA, dengan Mas Hari G. (Jakarta), dan Ustaz Bayhaqi Kadmi (Pasuruan). Proses pengumpulan bahan sedang berlangsung. Sabtu kemarin kami koordinasi dan nulis bareng di tempat wisata sejuk, Lembah Dali Lawang. Semoga diparingi lancar. 

Hari ini saya mengucapkan Selamat Ulang Tahun ke-72 buat Mas Ebiet G. Ade

sekaligus selamat Hari Kartini untuk para perempuan Indonesia.

 (adrionomatabaru.blogspot.com).

Latest
Previous
Next Post »